Waskita -
Penarikan uang sebesar 10 ribu pada tanggal 12 november lalu kepada mahasiswa
penerima beasiswa, ternyata ada dugaan sebagai pungutan liar (Pungli). Namun,
setelah diklarifikasi lebih lanjut ke
tim beasiswa ternyata uang tersebut bukan pungli.
Awalnya,
masalah tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari progam studi
(Prodi) matematika pada acara jaring pendapat antara rektorat dan Ormawa
(25/11). “Dalam pengambilan Kartu tanda mahasiswa (KTM) bagi penerima beasiswa
kenapa ditarik iuran 10 ribu”, tanya peserta jaring pendapat (Naha) kepada
rektorat.
Pertanyaan
tersebut langsung disanggah oleh perwakilan rektorat “ Dalam pengambilan KTM
sama sekali tidak ada penarikan uang sepeser pun, karena mahasiswa sudah
membayar heregritasi tiap semester ganjil”, tegas pembantu rektor I (Marita).
Setelah
diklarifikasi lebih lanjut di BAAK sehari setelahnya “ Sepengetahuan saya ya mas, pihak BAAK tidak pernah melakukan
penarikan uang apalagi terkait pengambilan KTM” terang staf BAAK.
“Namun hal tersebut (penarikan uang) bisa saja
dilakukan manakala terjadi hal- hal yang mendesak seperti KTM hilang dan
hal-hal lain yang sifatnya penting”, imbuhnya.
Sesuai
peraturan yang tercantum dalam buku pedoman UNIROW terkait urusan pengadaan dan
pembuatan sampai pendistribusian KTM sudah menjadi tanggung jawab BAAK bukan
tugas dari kaur kemahasiswaan (Tim Beasiswa).
“Sebenarnya
mas penarikan uang
sebesar 10 ribu,
hanya untuk memperlancar pencairan beasiswa tahap II karena anggaran dari rektorat belum cair ”,
terang tim beasiswa (Gatot Subroto).
“Namun, sebelumnya kesepakatan ini sudah disepakati oleh
sebagian besar penerima beasiswa, walaupun kebijakan ini dianggap kurang tepat
saya minta maaf ”, tambahnya.
Kebijakan yang diambil oleh tim beasiswa sebelumnya
memang sudah dibicarakan dengan BAAK, namun BAAK melarang untuk memungut biaya
tersebut karena dikhawatirkan menimbulkan masalah dikemudian hari.
Terkait pengambilan kebijakan tersebut tim
beasiswa mengakui telah berbuat kesalahan dan meminta maaf kepada penerima
beasiswa dan pihak yang
terlibat
karena tidak menjelaskan secara konkrit alasan penarikan uang 10 ribu tersebut.
“Secepatnya saya akan membuat proposal ke
rektorat mas, bila
dana sudah cair uang 10 ribu
akan
dikembalikan” tegas tim beasiswa.
Terkait
pungutan liar pengambilan beasiswa tahun 2013 telah disampaikan oleh perwakilan
mahasiswa pendidikan matematika dalam jaring pendapat tersebut akan ditindak lanjuti
oleh rektorat. Dan setelah di klarifikasi terkait masalah tersebut kepada tim beasiswa
bahwasanya tidak ada pungutan liar seperti disampaikan oleh mahasiswa.
“Penarikan 10 ribu itu untuk memperbaruhi
KTM lama mas” terang tim beasiswa (Gatoto Subroto).
Sebenarnya
terkait penarikan tersebut dari tim beasiswa sudah membicarakan dengan pihak
BAAK dan sudah disepakati antara tim beasiswa dengan mahasiswa penerima beasiswa.
“Saya tegaskan lagi mas, penarikan tersebut
hanya bertujuan untuk membuat KTM tahun 2013 karena persyaratan dari kopertis dalam
pencairan beasiswa kedua harus mengirimkan KTM yang aktif” imbuhnya.
Dalam
jaring pendapat disampaikan bahwasanya penerima beasiswa dari semua prodi di tarik
melainkan prodi ilmu komunikasi.
Penerima beasiswa dikumpulkan di gedung M tanggal 12 November untuk melengkapi administrasi yang
belum lengkap.
Resikonya bila data tidak lengkap maka beasiswa tidak
bisa cair, pada pertemuan terakhir sudah ada kesepakatan antara penerima beasiswa
dengan panitia beasiswa terkait pungutan sebesar 10 ribu.
Asumsi dari tim beasiswa kebijakan yang diambil untuk
menarik pungutan tersebut bertujuan untuk mempermudah pencairan dana beasiswa
yang kedua.
Informasi dari BAAK tidak ada biaya apapun dalam
pembuatan kartu tanda mahasiswa (KTM) karena sudah masuk dalam heregistrasi
pada semester ganjil.
Sebesar 5 rb masuk di percetakan dan sisanya untuk
keperluan administrasi dan transportasi. Batas terakhir pengumpulan data ke
kopertis tanggal 21 november 2013.
Sampai saat ini masih ada 5 nama yang masih menjadi
kendala pasalnya belum lengkap persyaratannya, terdiri dari 1 PPA dan 4 BBM.
Solusi dari permaslahan tersebut uang dari penerima
beasiswa akan dikembalikan setelah selesai pelaporannya. Dan tim beasiswa juga
akan segera membuat proposal ke rektorat dan bila sudah cair akan segera
dikembalikan.
Secara pribadi gatot meminta maaf kepada mahasiswa
penerima beasiswa karena tidak memberi penjelasan yang konkret terkait
penarikan uang 10 rb.
“Penggunaan uang 10 ribu
perinciannya seperti ini mas, 5 ribu
untuk percetakan dan 5 ribu untuk administrasi dan akomodasi”, tambahnya.
Keterangan
yang diperoleh wartawan Waskita
“Secara administrasi beasiswa tahun ini diakui sangat berbeda dengan tahun
sebelumnya”. Terbukti mulai dari proses peyeleksian penerima, pengiriman data
ke koordinator perguruan tinggi swasta (KOPERTIS) sampai pencairan dana
beasiswa melewati proses yang tidak mudah.





0 komentar:
Posting Komentar