Selasa, 16 Desember 2014

Penarikan 10 Ribu Tidak Termasuk Pungutan Liar



Waskita - Penarikan uang sebesar 10 ribu pada tanggal 12 november lalu kepada mahasiswa penerima beasiswa, ternyata ada dugaan sebagai pungutan liar (Pungli). Namun, setelah diklarifikasi lebih lanjut ke tim beasiswa ternyata uang tersebut bukan pungli.

Awalnya, masalah tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dari progam studi (Prodi) matematika pada acara jaring pendapat antara rektorat dan Ormawa (25/11). “Dalam pengambilan Kartu tanda mahasiswa (KTM) bagi penerima beasiswa kenapa ditarik iuran 10 ribu”, tanya peserta jaring pendapat (Naha) kepada rektorat.

Pertanyaan tersebut langsung disanggah oleh perwakilan rektorat “ Dalam pengambilan KTM sama sekali tidak ada penarikan uang sepeser pun, karena mahasiswa sudah membayar heregritasi tiap semester ganjil”, tegas pembantu rektor I (Marita).

Setelah diklarifikasi lebih lanjut di BAAK sehari setelahnya “ Sepengetahuan saya ya mas, pihak BAAK tidak pernah melakukan penarikan uang apalagi terkait pengambilan KTM” terang staf BAAK.

 “Namun hal tersebut (penarikan uang) bisa saja dilakukan manakala terjadi hal- hal yang mendesak seperti KTM hilang dan hal-hal lain yang sifatnya penting”, imbuhnya.

Sesuai peraturan yang tercantum dalam buku pedoman UNIROW terkait urusan pengadaan dan pembuatan sampai pendistribusian KTM sudah menjadi tanggung jawab BAAK bukan tugas dari kaur kemahasiswaan (Tim Beasiswa).

 Sebenarnya mas penarikan uang sebesar 10 ribu, hanya untuk memperlancar pencairan beasiswa tahap II karena anggaran dari rektorat belum cair ”, terang tim beasiswa (Gatot Subroto).

“Namun, sebelumnya kesepakatan ini sudah disepakati oleh sebagian besar penerima beasiswa, walaupun kebijakan ini dianggap kurang tepat saya minta maaf ”, tambahnya.

Kebijakan yang diambil oleh tim beasiswa sebelumnya memang sudah dibicarakan dengan BAAK, namun BAAK melarang untuk memungut biaya tersebut karena dikhawatirkan menimbulkan masalah dikemudian hari.

 Terkait pengambilan kebijakan tersebut tim beasiswa mengakui telah berbuat kesalahan dan meminta maaf kepada penerima beasiswa dan pihak yang terlibat karena tidak menjelaskan secara konkrit alasan penarikan uang 10 ribu tersebut.

 “Secepatnya saya akan membuat proposal ke rektorat mas, bila dana sudah cair uang 10 ribu akan dikembalikan” tegas tim beasiswa.

Terkait pungutan liar pengambilan beasiswa tahun 2013 telah disampaikan oleh perwakilan mahasiswa pendidikan matematika dalam jaring pendapat tersebut akan ditindak lanjuti oleh rektorat. Dan setelah di klarifikasi terkait masalah tersebut kepada tim beasiswa bahwasanya tidak ada pungutan liar seperti disampaikan oleh mahasiswa.

Penarikan 10 ribu itu untuk memperbaruhi KTM lama mas” terang tim beasiswa (Gatoto Subroto).
Sebenarnya terkait penarikan tersebut dari tim beasiswa sudah membicarakan dengan pihak BAAK dan sudah disepakati antara tim beasiswa dengan mahasiswa penerima beasiswa.

Saya tegaskan lagi mas, penarikan tersebut hanya bertujuan untuk membuat KTM tahun 2013 karena persyaratan dari kopertis dalam pencairan beasiswa kedua harus mengirimkan KTM yang aktif” imbuhnya.
Dalam jaring pendapat disampaikan bahwasanya penerima beasiswa dari semua prodi di tarik melainkan prodi ilmu komunikasi.

Penerima beasiswa dikumpulkan di gedung M tanggal 12  November untuk melengkapi administrasi yang belum lengkap.

Resikonya bila data tidak lengkap maka beasiswa tidak bisa cair, pada pertemuan terakhir sudah ada kesepakatan antara penerima beasiswa dengan panitia beasiswa terkait pungutan sebesar 10 ribu.
Asumsi dari tim beasiswa kebijakan yang diambil untuk menarik pungutan tersebut bertujuan untuk mempermudah pencairan dana beasiswa yang kedua.

Informasi dari BAAK tidak ada biaya apapun dalam pembuatan kartu tanda mahasiswa (KTM) karena sudah masuk dalam heregistrasi pada semester ganjil.

Sebesar 5 rb masuk di percetakan dan sisanya untuk keperluan administrasi dan transportasi. Batas terakhir pengumpulan data ke kopertis tanggal 21 november 2013.

Sampai saat ini masih ada 5 nama yang masih menjadi kendala pasalnya belum lengkap persyaratannya, terdiri dari 1 PPA dan 4 BBM.

Solusi dari permaslahan tersebut uang dari penerima beasiswa akan dikembalikan setelah selesai pelaporannya. Dan tim beasiswa juga akan segera membuat proposal ke rektorat dan bila sudah cair akan segera dikembalikan.

Secara pribadi gatot meminta maaf kepada mahasiswa penerima beasiswa karena tidak memberi penjelasan yang konkret terkait penarikan uang 10 rb.

Penggunaan uang 10 ribu perinciannya seperti ini mas, 5 ribu untuk percetakan dan 5 ribu untuk administrasi dan akomodasi”, tambahnya.

Keterangan yang diperoleh wartawan Waskita “Secara administrasi beasiswa tahun ini diakui sangat berbeda dengan tahun sebelumnya”. Terbukti mulai dari proses peyeleksian penerima, pengiriman data ke koordinator perguruan tinggi swasta (KOPERTIS) sampai pencairan dana beasiswa melewati proses yang tidak mudah.

0 komentar: