| Unirow: Hadi Tugur menandatangani surat pengunduran diri dari jabatnnya di kantor PPLP PT PGRI Tuban. |
Waskita- Harmini
Tuban – Polemik status non aktif Universitas PGRI
Ronggolawe (UNIROW) Tuban sejak Juni lalu , membuat Hadi Tugur diberhentikan
secara terhormat oleh Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi
(PPLP-PT) PGRI Tuban, Senin (24/08/2015).
Penonaktifan kampus selama ini membuat
mahasiswa dan orang tua resah. Hal tersebut tidak
membuat mahasiswa berhenti memperjuangkan haknya. Pengawalan
terus dilakukan mulai hearing pertama
di kantor PPLP PT PGRI Tuban bulan Juni 2015 lalu, dan memuncak tanggal 24 Agustus 2015.
“Mahasiswa belum puas karena non aktif
masih di anggap berbahaya, dan masih perlu di kawal terus,” kata Nibrosu Rohid selaku mahasiswa Unirow Tuban.
Ratusan mahasiswa menuntut Rektor turun dari jabatannya,
sesuai surat edaran dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Aksi sempat
berlangsung tegang, ketika mahasiswa memaksa bertemu
Rektor dan Senat yang sedang
rapat bersama PGRI Jawa Timur.
Setelah berhasil memasuki kantor PPLP PT Tuban, sorak tangis ratusan mahasiswa memuncak. Kemudian, membuat
pihak yayasan tertekan dan segera mengambil langkah
strategis.
Bendahara PPLP PT PGRI Tuban, Ayik Wahyudi,
menemui mahasiswa dan menyampaikan rektor siap diberhentikan
secara hormat. Setelah itu, Ayik langsung
sujud syukur dan diikuti oleh mahasiswa.
Kemudian, keputusan yang diambil oleh Hadi Tugur adalah kebijakan seorang negarawan. Berhenti secara terhormat bukan di berhentikan oleh
mahasiswa, walaupun kenyataannya didesak
oleh mahasiswa.
Setelah ini akan diaadakan rapat untuk menentukan pergantian rektor yaitu pembantu rektor satu (PR
1) sesuai dengan statuta Unirow yang otomatis yang mengganti PR1. Selanjutnya pemilihan
rektor definitive bakal digelar tanggal 29 Agustus 2015.
“Tanggal 31 Agustus 2015 pelantikan
rektor, sehingga kita punya rektor definitive, tambah Ayik Wahyudi.
Sementara, Hadi Tugur saat ditemui wartawan LPM Waskita mengatakan,
keputusan berhenti merupakan keputusan yang terbaik bagi dirinya, dan kampus di
Jalan manunggal Tuban tersebut.
“Ya ndak papa to saya terima dengan baik, dan tetap membantu sesuai kemampuan saya,” tegas Hadi Tugur dengan nada legowonya.




0 komentar:
Posting Komentar