Waskita News- Dwi Rahayu
Tuban- Ratusan mahasiswa
Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, geram melihat lambannya penanganan
problem nonaktifnya kampus. Aksi tersebut berujung dengan penyegelan gedung
rektorat dan gerbang kampus, di Jalan Manunggal Tuban tersebut.
Sebelumnya, sudah dua kali mahasiswa bersama
dengan Presiden Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), Ahmad Juremi, menemui pengurus Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan
Perguruan Tinggi (PPLP PT) Tuban, dan senat Unirow.
Akan tetapi, mahasiswa masih belum puas
karena belum bertemu rektor Unirow, Hadi Tugur, secara langsung.
“Pengurus PPLP PT, dan senat harus cepat
menangani problem nonaktifnya kampus”, tegas Mahasiswa Unirow, Sutrisno.
Sutrisno menambahkan, aksi penyegelan kampus
tersebut bertujuan untuk menghentikan proses adminitrasi sementara, sebelum
keinginan mahasiswa dipenuhi.
Sementara itu, Rektor Hadi Tugur, mengatakan,
alasan tidak pernah menemui mahasiswa karena bertepatan dengan jadwal kampus. Pasca
aksi penyegelan kampus tersebut, selama satu minggu rektor siap menemui
mahasiswa.
“Kemarin, rapat dengan Pengurus Besar (PB)
PGRI di Surabaya, kemudian saya lanjutkan ke Dikti,” Keliknya.
Sampai saat ini, polemik non aktifnya
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbesar di Tuban tersebut, mendapat perhatian
dari berbagai lapisan masyarakat, baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, orang
tua mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan berbagai media lokal
maupun Nasional. (Dwi).




0 komentar:
Posting Komentar