Waskita News- Harmini
Tuban - Lantaran
tidak mendapat tanggapan dari pihak rektorat, ratusan mahasiswa
Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban mengadu ke Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Aksi tersebut untuk meminta bantuan Dewan untuk mengawal problem Non Aktifnya (NA)
kampus.
Polemik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang beroperasi di
Jalan manunggal tersebut sampai kini tak kunjung usai, kamis 6 Agustus 2015.
“DPRD harus mengawal kasus NA Unirow, karena banyak
masyarakat yang resah” tegas satu mahasiswa Unirow, Nibrosu Rohid.
Sebelum menuju kantor Dewan, ratusan mahasiswa telah
menyegel kampus. Kemudian, dilanjutkan aksi long
march dari Kampus menuju kantor DPRD, di Jalan Teuku Umar Tuban.
Keresahan mahasiswa sudah tidak bisa dibendung lagi,
karena sebelumnya tujuh tuntutan yang dilayangkan ke senat tidak ada penanganan
yang konkret.
“Penanganan tuntutan mahasiswa sampai saat ini lamban,”
tambahnya.
Sementara itu, Ketua
DPRD Tuban, Miyadi, menanggapi secara pribadi dan lembaga akan membantu
mengawal masalah ini, dimana dalam minggu ini akan menugaskan pihak komisi C
untuk menginvestigasi langsung ke lapangan.
“Maksimal satu
bulan akan mempertemukan dengan pihak-pihak yang terlibat,” imbuhnya.
Diantara tujuh tuntutan
mahasiswa tersebut, meliputi, isu beredarnya ijazah palsu, transparansi
anggaran kampus, dan penurunan rektor. (Mini)





0 komentar:
Posting Komentar