Sabtu, 08 Agustus 2015

Ratusan Mahasiswa Mengadu Ke DPRD



Tuban- Ratusan Mahasiswa Unirow Tuban megadu ke DPRD Tuban menuntut pengawalan non aktifnya kampus.

Waskita News- Harmini

Tuban - Lantaran tidak mendapat tanggapan dari pihak rektorat, ratusan mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Aksi tersebut untuk meminta bantuan Dewan untuk mengawal problem Non Aktifnya (NA) kampus.

Polemik Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang beroperasi di Jalan manunggal tersebut sampai kini tak kunjung usai, kamis 6 Agustus 2015.

“DPRD harus mengawal kasus NA Unirow, karena banyak masyarakat yang resah” tegas satu mahasiswa Unirow, Nibrosu Rohid.

Sebelum menuju kantor Dewan, ratusan mahasiswa telah menyegel kampus. Kemudian, dilanjutkan aksi long march dari Kampus menuju kantor DPRD, di Jalan Teuku Umar Tuban.

Keresahan mahasiswa sudah tidak bisa dibendung lagi, karena sebelumnya tujuh tuntutan yang dilayangkan ke senat tidak ada penanganan yang konkret.

“Penanganan tuntutan mahasiswa sampai saat ini lamban,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tuban, Miyadi, menanggapi secara pribadi dan lembaga akan membantu mengawal masalah ini, dimana dalam minggu ini akan menugaskan pihak komisi C untuk menginvestigasi langsung ke lapangan.

“Maksimal satu bulan akan mempertemukan dengan pihak-pihak yang terlibat,” imbuhnya.

Diantara tujuh tuntutan mahasiswa tersebut, meliputi, isu beredarnya ijazah palsu, transparansi anggaran kampus, dan penurunan rektor. (Mini)

0 komentar: