Minggu, 04 Januari 2015

Resensi, Menjaga Alam Dan Isinya Serta Menemukan Hakikat Sebagai Manusia.



Judul buku : 7 divisi “Bersama-sama       menaklukan alam, ego dan hati”
Penulis            : Ayu Welirang
Penerbit    : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Cetakan           : 1, 2014
Tebal               : v + 202 halaman
Presensi           : Ali Imron.

The Big Wall Ekspedition merupakan sebuah organisasi terstruktur yang di dalangi oleh Rudolf pewaris museum prasasti Henk. Dalam misi mengumpulkan artefak kuno Rudolf membentuk sebuah tim hebat yang beranggotakan 7 orang pilihan yang masing-masing berkompeten dibidangnya.

Sebuah cita-cita lama yang menjadikan Rudolf berambisi untuk mendapatkan artefak kuno yang tersimpan di puncak Gunung Arcawana Banyuwangi Jawa Timur. Gunung dengan ketinggian kurang lebih 3.000 meter diatas permukaan air laut (mdpl) tidak mudah untuk didaki pasalnya status gunung Aracawana sedang siaga 1 yang sering kali terjadi erupsi dengan letupan-letupan gempa yang mengeluarkan asap hitam kelam tak jarang badai pun sering terjadi di sekitar Gunung tersebut.

Ekspedisi yang tak terdefinisikan ini mencoba menguliti kembali sejarah Watu Gelgel dan Gunung Arcawana, tanpa tahu apa yang akan mereka temui atau apa efeknya pada kehidupan masa depan mereka. (hal. 56).

Ketujuh orang yang masuk dalam tim adalah Ichan sebagai ketua tim, tom (Devisi Sweeper), gitta (Devisi utama bersama Ichan), Ambar (Devisi Survival), salman (Divisi P3K), doom (Devisi Navigasi) dan bima (Divisi Shelter).

Sejak tim tersebut sampai di Banyuwangi tepatnya di Taman Nasional Rangkaian Arcawana (Tanira) mereka sudah merasakan keindahan Gunung Arcawana yang dihiasi oleh Hutan Dipterokrap dan Hutan Montane yang membius mereka untuk menaklukkan puncak Arcawana.

Ekspedisi yang tidak mudah ditengah badai dan kondisi Gunung yang tidak bersahabat tersebut memaksa mereka melakukan Navigasi malam untuk menyelesaikan tugas sesuai target.

Ditengah perjalanan Ichan dan tim kaget bertemu dengan lelaki berdarah asli Bali yang sering disebut Juru kunci Gunung Arcawana bersemedi diatas batu tepat ditengah Danau mata air dalem di ketinggian 1.000 mdpl.

Terjebak di tengah lingkaran Magis yang tak masuk akal menyebabkan mereka mengalami disorientasi yaitu kondisi dimana seseorang atau sebuah tim mengalami kesenjangan arah bahkan kehilangan daya untuk mengenal lingkungan, terutama yang berkaitan dengan waktu, tempat dan orang.

Kesolidan tim yang hebat harus siap menghadapi kehilangan salah seorang anggota mereka karena terserang Hipotermia. Dengan latar belakang yang berbeda akhirnya ketujuh orang tersebut bersama-sama dalam mengemban tugas ekspedisi besar yang beresiko mengancam nyawa mereka. Tak hanya kebersamaan, ekspedisi tersebut juga mengubah ritme hidup mereka dan menemukan hakikat mereka sebagai manusia, seperti dalam Soundtrack sebuah film:

Berbagi waktu dengan alam, kau akan tahu siapa dirimu yang sebenarnya, hakikat manusia...
[Diambil dari lagu “Gie” yang dinyanyikan oleh Eros featuring Okta] (hal. 96).

Perasaan menyesal dan tersadar bahwa ekspedisi yang mereka lakukan setelah mendengar petuah dari lelaki berdarah bali ternyata hanya berujung memuaskan ambisi si tua Rudolf dan akan merusak keseimbangan alam.

Dengan membaca buku ini, kita dapat memahami sejarah alam kita dan menjaga kelestariannya serta memperhitungkan segala sesuatunya atas apa yang kita lakukan saat ini. Selamat membaca!

0 komentar: